Semua Info PKBR, TRIAD KRR, PUP, Life Skill dan lainnya ada disini!
Rabu, 21 September 2011
SAVE OUR LIFE! STOP HIV-AIDS!
Apakah gigitan nyamuk membawa risiko terinfeksi HIV?
HIV tidak menyebar melalui gigitan nyamuk atau gigitan serangga lainnya. Bahkan bila virus masuk ke dalam tubuh nyamuk atau serangga yang menggigit atau mengisap darah, virus tersebut tidak dapat mereproduksi dirinya dalam tubuh serangga. Karena serangga tidak dapat terinfeksi HIV, serangga tidak dapat menularkannya ke tubuh manusia yang digigitnya.
Apakah saya harus khawatir tertular HIV saat melakukan kegiatan olah raga?
Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat ditularkan ketika seseorang melakukan olah raga.
Bisakah saya terkena HIV dari bersentuhan secara biasa? (berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet, minum dari gelas yang juga digunakan oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi yang sedang bersin atau batuk)?
HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiata
n sosial, di sekolah, ataupun di tempat kerja. Anda tidak dapat terinfeksi lantaran anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet yang sama atau minum dari gelas yang sama dengan seseorang yang terinfeksi HIV, atau terpapar batuk atau bersin penyandang infeksi HIV.
Apakah HIV hanya menjangkiti kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja?
Tidak. Setiap orang yang melakukan hubungan seks yang tak terlindungi, berbagi penggunaan alat suntikan, atau diberi transfusi dengan darah yang terkontaminasi dapat terinfeksi HIV. Bayi dapat terinfeksi HIV dari ibunya selama masa kehamilan, selama proses persalinan, atau setelah kelahiran melalui pemberian air susu ibu.
Sebanyak 90% kasus HIV merupakan akibat dari penularan seksual dan 60-70%kasus HIV terjadi di kalangan heteroseksual.
Apakah kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena HIV hanya dengan melihat dari penampilannya?
Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang menyandang HIV atau AIDS hanya dengan melihat penampilan mereka. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja, namun mereka tetap dapat menularkan virus itu ke anda. Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak.
Bisakah saya terjangkit lebih dari satu infeksi menular seksual (IMS) pada saat yang bersamaan?
Ya. Anda dapat terkena lebih dari satu infeksi penyakit menular (IMS) pada saat yang bersamaan. Masing-masing infeksi memerlukan pengobatannya sendiri. Anda tidak dapat menjadi kebal terhadap IMS. Anda juga dapat terkena infeksi yang sama berkali-kali. Banyak pria dan wanita yang tidak merasa atau melihat gejala awal apapun ketika mereka pertama kali terinfeksi dengan IMS, kendatipun mereka masih bisa menulari pasangan seksualnya.
Ketika seseorang sedang menjalani terapi antiretroviral, dapatkan dia menularkan HIV kepada orang lain?
Terapi antiretroviral tidak dapat mencegah penularan virus ke orang lain. Terapi dapat membantu menurunkan jumlah virus ke tingkat yang tidak terdeteksi, namun HIV masih tetap ada dalam tubuh, dan dapat ditularkan ke orang lain melalui hubungan seksual, dengan bergantian memakai peralatan suntikan, atau melalui ibu yang menyusui bayinya.
Apakah jalur utama penularan HIV?
Di bawah ini adalah jalur-jalur utama seseorang dapat terinfeksi HIV?
Seks dengan penetrasi tanpa pengaman dengan seseorang yang terinfeksi
Suntikan atau transfusi darah atau produk darah yang tercemar, donasi cairan mani (inseminasi buatan), tandur kulit (skin graft) atau transplantasi organ yang diambil dari seseorang yang terinfeksi.
Dari seorang ibu yang terinfeksi ke bayinya, hal ini dapat terjadi selama kehamilan, saat lahir, dan selama masa menyusui.
Berbagi alat suntik yang tidak disterilisasi yang sebelumnya telah digunakan oleh seseorang yang terinfeksi.
Dapatkah saya terinfeksi jika pasangan saya tidak memiliki HIV?
Tidak. Seperti semua penyakit menular seksual, HIV tidak dapat 'diciptakan', hanya dapat ditularkan. Jika Anda yakin pasangan Anda tidak mengidap HIV, maka tidak ada risiko terkena, bahkan jika Anda melakukan seks tanpa pengaman (baik melalui vagina, oral, atau anal). Walaupun demikian, tetap ada risiko terjadi kehamilan dan penyakit menular seksual lainnya (jika pasangan Anda mengidapnya), jadi sebaiknya Anda tetap menggunakan kondom atau bentuk KB lainnya sebisa mungkin.
Seberapa amankah seks oral?
Meskipun ada kemungkinan terinfeksi HIV melalui seks oral, risiko terinfeksi dengan cara ini lebih rendah daripada risiko terinfeksi melalui hubungan seksual tanpa pelindung.
Saat memberikan seks oral pada seorang pria (mengisap atau menjilat penis) seseorang dapat menjadi terinfeksi HIV jika cairan mani yang terinfeksi bersentuhan dengan gusi yang rusak, atau dengan luka yang terdapat di mulut.
Memberikan seks oral pada wanita juga dianggap berisiko relatif rendah. Penularan bisa terjadi bila cairan yang terinfeksi dari wanita masuk ke mulut pasangannya. Kecenderungan infeksi dapat meningkat bila terdapat darah haid atau bila si wanita terinfeksi penyakit menular seksual lainnya.
Kecenderungan baik pria maupun wanita menjadi terinfeksi HIV sebagai akibat memberikan seks oral sangatlah rendah, karena ludah tidak mengandung jumlah yang dapat menyebabkan menular dari HIV.
Bagaimana kemungkinan terkena HIV bila pasangan saya tidak melakukan penetrasi (tidak masuk)?
Meskipun penelitian mengatakan bahwa kadar HIV yang tinggi kadang dapat terdeteksi di precum (cairan bening yang keluar dari ujung penis laki-laki sebelum ejakulasi), sulit untuk menentukan apakah HIV terdapat dalam jumlah cukup untuk menimbulkan infeksi. Untuk menjaga agar tidak terjadi kemungkinan terkena HIV atau penyakit menular seksual lainnya sebaiknya lakukan seks yang aman.
Apakah berciuman merupakan jalur penularan HIV?
Ciuman dalam atau dengan mulut terbuka merupakan aktivitas berisiko rendah dalam hal penularan HIV. HIV terdapat di ludah hanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang tidak cukup untuk menyebabkan terjadinya infeksi.
Hanya terdapat satu kasus seseorang terinfeksi HIV melalui ciuman, akibat terpapar ke darah yang mengandung HIV ketika berciuman. Jika mulut Anda atau pasangan Anda berdarah, sebaiknya hindari berciuman sampai perdarahan berhenti.
Apakah lesbian atau perempuan yang berhubungan seks dengan perempuan lain berisiko terkena HIV?
Lesbian/wanita biseksual tidak berisiko tinggi terkena HIV melalui hubungan seksual antar wanita. Sangat sedikit wanita yang diketahui menularkan HIV ke wanita lain secara seksual, walaupun secara teoritis mungkin apabila cairan vagina yang terinfeksi atau darah dari pasangan dengan HIV positif memasuki vagina wanita lain.
Apakah berhubungan seks melalui dubur lebih berisiko terkena HIV dibandingkan melalui vagina atau seks oral?
Hubungan seksual melalui anus memiliki risiko yang lebih tinggi daripada bentuk aktivitas seksual lainnya, Lapisan usus besar bawah mengandung sel yang lebih sedikit daripada vagina sehingga dapat rusak dengan mudah, menyebabkan terjadinya perdarahan selama hubungan seksual. Hal ini kemudian dapat menjadi jalur ke aliran darah.
Apakah menggunakan jari selama seks berisiko penularan HIV?
Memasukkan jari ke dalam anus atau vagina seseorang hanya akan berisiko tertular HIV bila terdapat luka pada jari tersebut dan jika terdapat kontak langsung dengan darah, cairan vagina atau air mani yang mengandung HIV dari orang lain. Terdapat pula risiko apabila seseorang yang memasukkan jari mempunyai HIV dan jarinya berdarah.
Apakah terdapat hubungan antara HIV dengan penyakit menular seksual lainnya?
HIV dan penyakit menular seksual lainnya dapat saling mempengaruhi. Adanya penyakit menular seksual pada orang yang terkena HIV dapat meningkatkan risiko penularan HIV. Hal ini dapat terjadi melalui luka pada kemaluan yang dapat berdarah atau melalui cairan alat kelamin.
Seseorang dengan HIV negatif yang memiliki penyakit menular seksual berisiko lebih tinggi terinfeksi HIV melalui seks. Hal ini dapat terjadi jika penyakit menular seksual tersebut menyebabkan luka pada kulit (misal sifilis atau herpes), atau jika menstimulasi sistem kekebalan/imun pada area kelamin (misal klamidia atau gonore). Penularan HIV lebih cenderung terjadi pada penyakit menular seksual dengan luka daripada yang tanpa luka.
Menggunakan kondom selama berhubungan seksual merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV.
Dapatkah saya terkena HIV melalui kontak atau aktivitas sosial biasa seperti berjabat tangan, berciuman, berbagi gunting kuku, kolam renang, dudukan toilet, dan bersin?
Tidak, HIV bukan merupakan virus yang ditularkan melalui udara, air, atau makanan dan tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Karena itu kontak sosial biasa seperti mencium, bersalaman, batuk, atau berbagi alat makan tidak menyebabkan penularan virus dari satu orang ke orang lainnya.
Dapatkah saya terkena HIV dari jarum pada kursi bioskop?
Banyak cerita yang beredar di internet dan e-mail tentang orang yang terkena HIV dari jarum yang ditinggalkan di kursi bioskop atau lubang koin kembalian. Rumor ini tidak memiliki dasar fakta.
Untuk dapat terjadinya infeksi HIV lewat cara ini pada jarum harus terdapat darah yang mengandung virus dalam kadar tinggi. Jika seseorang tertusuk jarum yang terinfeksi, ia dapat menjadi terinfeksi, tetapi kemungkinannya hanya 0,4%.
Walaupun jarum bekas dapat menularkan penyakit yang ditularkan melalui darah seperti Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV, risiko terjadinya infeksi dengan cara ini sangatlah rendah.
Adakah risiko penularan HIV ketika ditato, tindik atau cukur rambut?
Jika peralatan yang terkontaminasi darah tidak disterilisasi maka terdapat risiko penularan HIV. Meskipun demikian, orang yang mengerjakan tindik atau mentato sebaiknya mengikuti prosedur yang disebut 'kewaspadaan universal' yang dibuat untuk mencegah penularan infeksi lewat darah seperti HIV dan Hepatitis B.
Pada tempat cukur rambut tidak terdapat risiko infeksi kecuali bila kulit terluka dan darah yang terinfeksi mengenai luka. Alat cukur yang biasa digunakan tukang cukur sekarang memiliki mata pisau sekali pakai sehingga mengurangi risiko infeksi seperti Hepatitis dan HIV.
Apakah petugas kesehatan berisiko terkena HIV melalui kontak dengan pasien HIV positif?
Risiko petugas kesehatan terpapar HIV sangat rendah, terutama bila mereka mengikuti kewasapadaan universal (universal precaution). Risiko terutama melalui kecelakaan dari jarum atau benda tajam lainnya yang mungkin terkontaminasi HIV.
Diperkirakan risiko infeksi dari jarum suntik kurang dari 1%. Di Inggris misalnya, terdapat 5 kakus penularan HIV melalui paparan saat bekerja di layanan kesehatan dan 12 kasus dugaan. Di AS, terdapat 56 kasus penularan HIV ketika bekerja sampai Juni 2000.
Risiko penularan lewat jarum lebih tinggi bila terdapat cedera dalam, bila jarumnya berlubang atau bila sumber memiliki kandungan virus tinggi, atau bila instrumen tajam terkontaminasi darah.
Apakah saya berisiko terkena HIV ketika pergi ke dokter atau dokter gigi?
Penularan HIV di tempat layanan kesehatan sangat jarang. Semua tenaga kesehatan diwajibkan mengikuti prosedur pengendalian infeksi ketika merawat pasien. Prosedur ini dinamakan kewaspadaan universal untuk pengendalian infeksi, yang dibuat untuk melindungi baik pasien maupun petugas kesehatan dari penularan penyakit lewat darah.
Jika mata saya terpercik darah atau terkena darah di mulut saya, dapatkah saya menjadi terinfeksi HIV?
Penelitian menunjukkan bahwa risiko infeksi HIV lewat cara ini sangat kecil. Sejumlah kecil orang –biasanya di tempat layanan kesehatan- terinfeksi HIV akibat percikan darah ke mata.
Darah pada mulut memiliki risiko lebih rendah. Lapisan mulut sangat protektif sehingga satu-satunya cara HIV bisa masuk aliran darah hanya bila pasien memiliki luka terbuka atau daerah yang meradang di mulut atau tenggorokan (bila darah tertelan). Bahkan seseorang harus terkena darah segar dalam jumlah yang cukup signifikan (misal jumlah yang dapat terlihat jelas atau terasa) langsung ke daerah luka untuk adanya risiko. HIV diencerkan oleh ludah dan mudah terbunuh oleh asam lambung begitu darah tertelan.
Dapatkah saya terkena HIV melalui gigitan?
Infeksi HIV melalui cara ini tidak biasa terjadi. Hanya terdapat beberapa kasus yang terdokumentasi tentang penularan HIV akibat gigitan. Pada kasus ini, robekan dan kerusakan jaringan yang berat dilaporkan selain adanya darah.
Dapatkah saya terinfeksi HIV melalui kontak dengan binatang seperti anjing dan kucing?
Tidak. HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia). Virus ini hanya mengenai manusia. Ada jenis virus lainnya yag secara spesifik mengenai kucing atau primata lainnya, yaitu Feline Immunodeficiency Virus (FIV) dan Simian Immunodeficiency Virus (SIV). Virus ini tidak berisiko pada manusia.
Adanya kekhawatiran dari beberapa orang bisa terinfeksi bila dicakar binatang yang sebelumnya mencakar orang dengan HIV positif. Hal ini sepertinya tidak bisa dan tidak terdapat kasus penularan dengam cara demikian.
Dapatkah HIV ditularkan di rumah?
HIV banyak ditularkan melalui kontak seksual, melalui penggunaan obat suntik, melalui transfusi darah, dan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. HIV tidak ditularkan melalui kontak sosial sehari-hari.
Suatu kasus di Australia akhir tahun 90-an melibatkan dua saudara perempuan. Keduanya dites positif dalam waktu satu bulan satu sama lain. Risiko paparan pada kakak teridentifikasi melalui adanya kontak seksual dengan seorang pria Rusia. Adiknya tidak memiliki risiko paparan dan penyelidikan menyimpulkan satu-satunya risiko paparan yang mungkin adalah berbagi pisau cukur untuk mencukur kaki. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka memiliki strain virus Rusia yang sama, yang tidak biasa ditemukan di Australia.
Kasus lain melibatkan seorang ibu dan anak laki-lakinya, juga di Australia, yang keduanya diuji positif HIV. Anaknya memiliki risiko pajanan di Thailand beberapa tahun sebelumnya, sedangkan sang ibu tidak dapat mengidentifikasi paparan yang mungkin. Anaknya memiliki kelainan kulit psoriasis dan pemberian krim pada kulit anaknya diidentifikasi sebagai satu-satunya jalur yang mungkin. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki strain yang sama, ditemukan di Thailand dan tidak biasa di Asutralia.
Walaupun penularan HIV antara anggota keluarga dan anggota yang tinggal di rumah yang sama mungkin terjadi, jumlahnya sangat kecil dan kasus yang terdokumentasi sangatlah jarang.
Dapatkah saya terinfeksi HIV bila saya menyuntikkan narkoba dan berbagi jarum dengan orang lain, tanpa mensterilisasi jarum tersebut?
Terdapat suatu kemungkinan menjadi terinfeksi dengan HIV jika Anda berbagi peralatan suntik yang sama dengan seseorang yang memiliki virus. Jika darah yang terinfeksi HIV menetap di dalam jarum atau syringe dan seseorang kemudian menggunakannya untuk menyuntik diri mereka sendiri, darah mereka dapat terdorong masuk ke aliran darah. Berbagi jarum dapat memindahkan virus. Menyucihamakan peralatan dapat mengurangi kemungkinan penularan, namun tidak menghilangkan.
Dapatkah saya menularkan HIV ke bayi saya selama hamil atau menyusui?
Wanita hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus ke bayinya yang belum lahir baik sebelum atau selama persalinan. HIV dapat pula ditularkan selama menyusui. Jika seorang wanita mengetahui bahwa ia terinfeksi HIV, maka ada obat-obatan yang dapat diminum untuk mengurangi kemungkinan anaknya menjadi terinfeksi. Cara lainnya untuk menurunkan risiko meliputi pemilihan persalinan melalui caesar dan tidak menyusui.
Apakah mendonorkan darah atau mendapatkan transfusi darah berarti saya menempatkan diri pada risiko terkena HIV?
Beberapa orang telah terinfeksi melalui tansfusi darah yang terinfeksi. Di kebanyakan negara semua darah yang digunakan untuk transfusi sekarang dites HIV. Di negara yang darahnya sudah dites, infeksi HIV melalui transfusi darah kini amat jarang terjadi. Produk darah seperti yang digunakan penderita hemofilia sekarang dipanaskan agar aman.
Mendonorkan darah pada pusat donor darah tidak membawa risiko karena semua alat harus steril dan jarum untuk mengambil darah tidak digunakan kembali.
Dapatkah HIV ditularkan di luar tubuh?
Meskipun HIV dapat hidup dalam waktu singkat di luar tubuh, penularan HIV belum pernah dilaporkan sebagai akibat kontak dengan percikan atau bekas darah, cairan mani atau cairan tubuh lainnya. Hal ini sebagian karena HIV mati cukup cepat begitu terpapar ke udara dan juga karena cairan yang teciprat harus masuk ke aliran darah untuk menyebabkan infeksi.
Para ilmuwan setuju bahwa HIV tidak bertahan baik di lingkungan luar sehingga jauh kemungkinan adanya penularan melalui lingkungan. Untuk mendapatkan data ketahanan HIV, penelitian di laboratorium biasanya menggunakan konsentrasi tinggi virus yang dikembangkan di lab. Meskipun kadar HIV ini dapat hidup selama berhari-hari atau bahkan mingguan di bawah pengawasan, penelitian menunjukkan bahwa mengeringkan konsentrasi HIV yang tinggi mengurangi jumlah virus infeksius sebanyak 90-99% selama beberapa jam.
Karena konsentrasi HIV yang digunakan di penelitian laboratorium lebih tinggi daripada yang sebenarnya ditemukan di darah atau spesimen lain, risiko infeksi HIV dari cairan tubuh yang mengering mungkin mendekati nol.
Apakah sunat melindungi dari HIV?
Terdapat bukti yang kuat menunjukkan bahwa pria yang disunat mengurangi risiko setengah dari risiko pria yang tidak disunat untuk mendapatkan HIV melalui hubungan seks beda jenis kelamin. Bagaimana pun juga, sunat tidak membuat seorang pria kebal terhadap infeksi HIV, hanya berarti lebih kecil kemungkinannya.
Jika saya minum obat antiretrovirus dan memiliki viral load yang tidak terdeteksi, apakah saya masih menular?
Bahkan jika tes Anda menunjukkan kadar HIV sangat rendah dalam darah Anda, virus tersebut akan tidak hilang seluruhnya dan Anda akan tetap bisa menginfeksi orang lain. Obat-obatan tertentu tidak menembus kelamin dengan baik sehingga tidak dapat melumpuhkan HIV sama efektifnya dengan di darah. Hal ini berarti bahwa meskipun Anda memiliki sedikit virus aktif yang terlihat di tes darah, masih ada sejumlah HIV pada cairan mani atau vagina. Penularan lebih kecil kemungkinannya bila Anda memiliki jumlah virus rendah, namun tetap mungkin sehingga Anda sebaiknya selalu menerapkan kewaspadaan.(NE)
Selasa, 20 September 2011
PERNAH MENDENGAR KATA "SEKSUALITAS"?, SUDAH SEJAUH MANA ANDA MENGETAHUINYA? KALAU BELUM MUNGKIN YANG SATU INI BISA MEMBANTU ANDA!
SALAH SATU ALASAN MENGAPA KAMI ADA! (PIK-REMAJA/MAHASISWA)
PIK Remaja itu sendiri, berfungsi untuk memberikan informasi seperti pendewasaan usia perkawinan, keterampilan hidup (Life Skills) juga untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas sesuai minat dan kebutuhan remaja untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka Tegar Keluarga guna mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.
“PIK Remaja adalah suatu wadah kegiatan program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja atau yang kita kenal dengan PKBR,” ujar Alit Sukandi S.Pd Kepala UPTD Wilayah III Purwakarta Badan Keluarga Berencana Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar).
Keberadaan PIK Remaja, lanjut Alit Sukandi, selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para remaja juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para pembina dan pengelola PIK Remaja terkait dengan tujuan, sasaran dan ruang lingkup serta strategi pembentukan dan pembinaan serta pengembangan PIK Remaja.
Dengan adanya PIK Remaja di setiap wilayah kecamatan, sambung dia, maka para remaja bisa mengetahui secara jelas dan bisa mengatasi jika ada permasalahan yang dihadapi melalui pelayanan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga.
Alit Sukandi mengatakan, masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Karenanya, kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Dan masa remaja itu, bisa dikatakan sebagai masa transisi kehidupan remaja.
Dimana dalam masa transisi remaha, paparnya, terbagi dalam lima pase yakni melanjutkan sekolah (continue learning), mencari pekerjaan (start working), memulai kehidupan berkeluarga dan mempraktekan hidup sehat. Oleh sebab itu, kelima fase tersebut erat kaitannya dengan PKBR yaitu fase mempraktekan hidup secara sehat.
Sedangkan ke empat fase atau kehidupan lainnya, akan dimasuki oleh para remaja itu ditentukan oleh berhasil tidaknya para remaja mempraktekan hidup secara sehat. Dengan kata lain, kata Alit, jika remaja gagal berperilaku sehat kemungkinan besar remaja bersangkutan akan gagal pada empat bidang kehidupan lainnya.
Perilaku
Alit Sukandi memaparkan, data yang kaitannya dengan perilaku sehat remaja khususnya yang berhubungan dengan risiko TRIAD KRR yang meliputi seksualitas, napza, HIV dan Aids dimana sebagian remaja Indonesia berperilaku tidak sehat, hal itu terlihat dari hasil suvey kesehatan reproduksi remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2002 – 2003 lalu.
Kebanyak remaja, jelas alit, mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada usia antara 14 – 19 tahun dimana tercatat 37,7 persennya adalah remaja perempuan dan 30,9 persen adalah remaja laki-laki. Sedangkan usia 20 – 24, dimana 48,6 persen adalah perempuan dan 46,5 persen laki-laki.
Masih banyak penelitian-penelitian terhadap perilaku remaja yang ada di kita, dimana pada umumnya perilaku remaja sangat mengkhawatirkan. Bahkan hasil survey Komnas Perlindungan Anak di 33 provinsi mengisyaratkan 97 persen remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno dan 93,7 persen pernah berciuman.
Dengan demikian, perilaku seks pranikah remaja cenderung terus meningkat. Sehingga kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) juga terjadi pada kelompok remaja. Bahkan, kata Alit Sukandi, jumlah kelompok remaja Indonesia yang menginginkan suatu pelayanan KB angkanya cukup mencengangkan.
Jika 90 persen perempuan dan 85 persen remaja laki-laki sudah menginginkan pelayanan alat kontrasepsi (alkon) dikaitakan dengan jumlah remaja usia 15 – 24 tahun yang jumlahnya sekitar 42 juta jiwa, artinya sekitar 37 juta jiwa remaja membutuhkan pelayanan alkon tidak terpenuhi atau unmet need ber KB untuk kelompok remaja.
Oleh sebab itu, untuk merspon permasalahan yang dihadapai para remaja, pemerintah dalam hal ini BKKBN telah melaksanakan dan mengembangkan program PKBR (penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja) yang diarahkan untuk mewujudkan Tegar Remaja dalam dalam rangka Tegar Keluarga guna mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.
Sedangkan ciri-ciri Tegar Remaja, kata Alit, yaitu remaja yang menunda usia pernikahan, remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko TRUAD KRR, remaja yang bercita-cita mewujdukan keluarga kecil bahagia sejahtera serta menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.
Upaya untuk mewujudkan remaja Indonesia khususnya di Kabupaten Purwakarta melalui program PKBR ini, seuai dengan konsep Tegar Remaja akan diupayakan melalui strategi Tegar Remaja yang dilaksanakan melalui pengembangan faktor-faktor pendukung program PKBR dan remaja dalam konteks dan situasi faktor risiko TRIAD KRR.
Program PKBR apabila tidak dilaksanakan degan pengembangan faktor pendukung, maka akan mengakibatkan meningkatnya jumlah remaja yang bermasalah. Sehingga, akan mengganggu pencapaian tugas-tugas perkembangan remaja, tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja baik secara individu semisal fisik, mental, emosional dan spritual.
Sedangkan tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja secara soasial, yaitu melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan. Memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat yang normal dan mempraktekkan hidup sehat. Karenanya peran dan keberadaan PIK Remaja, sangat dibutuhkan. (yan hendrayana)
NEWS TERBARU! PEMILIHAN DUTA MAHASISWA TINGKAT NASIONAL 2011
KBRN, JAKARTA : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional-BKKBN mengadakan pemilihan Duta Mahasiswa Tingkat Provinsi dan Nasional tahun 2011. Kegiatan ini diikuti pasangan mahasiswa (putra dan putri) dari 33 propinsi se-Indonesia sebagai juara I Lomba Duta Mahasiswa Tingkat Provinsi.
“Kegiatan ini bertujuan mempromosikan program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi Remaja(PKBR) dikalangan mahasiwa dengan harapan mampu menekan angka usia pernikahan dini”, kata kepala BKKBN Sugiri Syarief,busai membuka lomba Duta Mahasiswa Genereasi Berencana - GenRe, 2011 di Jakarta, Selasa (7/6).
Menurut Sugiri Syarief, duta mahasiswa nantinya menjadi pionir dari pembangunan karakter bangsa ke depan dalam upaya mengembangkan citra positif program PKBR yang pada akhirnya dapat pula mengembangkan pusat informasi dan Konseling -PIK MAHASISWA melalui ramah mahasiswa.
“Duta mahasiwa ini diminta ikrarnya untuk mendorong program kependudukan dan keluarga berencana nasional dan menolak pernikahan dini, ini tentu membantu program BKKBN dalam menyebarkan dan mengembangkan ide keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera dengan slogan dua anak lebih baik”, jelas Sugiri.
Dalam kesempatan yang sama Indra Wirdhana, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, mengemukakan, nantinya juara nasional duta mahasiswa GenRe dituntut berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan program kependudukan dan keluarga berencana khususnya menyampaikan pesan pesan dalam program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
“Duta mahasiswa ini akan ikut dalam kampanye-kampanye pendewasaan usia perkawinan, menghindari resiko-resiko TRIAD KRR dan LIFE SKILL di provinsi dan kampus masing-masing”, kata Indra Wirdhana.
Adapun para peserta pemilihan Duta Mahasiswa Tingkat Nasional adalah para. Juara I ditingkat provinsi yang memenuhi kriteria sebagai mahasiswa/i yang tercatat di perguruan tinggi/akademi baik negeri maupun swata, cerdas dan aktif dalam kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiwa (PIK-MAHASISWA). Peserta juga wajib memiliki pengetahuan tentang delapan fungsi keluarga serta memahami isu isu kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia. (Besty S/WDA)
RRI/Reporter kbrn
HISTORY OF INFORMATION AND COUNSELING CENTER-STUDENT "BINA REMAJA MANDIRI" UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Sejarah terbentuknya
Pada tanggal 3 Mei 2009 beberapa orang mahasiswa yang berasal dari berbagai Fakultas di Universitas Lambung Mangkurat berkumpul melakukan pertemuan untuk menidaklanjuti hasil pelatihan manajemen pengelola, Pendidik sebaya, dan Konselor sebaya yang diadakan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan sebagai awal mula berdirinya Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Mahasiswa. Hasil dari pelatihan di lingkungan nantinya para peserta dapat melakukan pembentukan PIK-KRM di lingkungan masing-masing yang nantinya akan menjalankan program yang berkenan dengan masalah-masalah remaja. Sehingga pada tanggal 10 Mei 2009 dilakukan rapat pembentukan Pengurus PIK-KRM dan Program kerja.
Hasil keputusan rapat tersebut di ajukan kepada Bapak Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Universitas Lambung Mangkurat untuk meminta persetujuan dan mendapatkan legalitas dari pihak Universitas dan akhirnya pada tanggal 29 Mei 2009 melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Lambung Mangkurat Nomor : Kep.199/H8/KM/2009 yang langsung di tandatangani oleh Bapak Prof.Ir.H. Muhammad Rasmadi, MS (Rektor Unlam) UKM PIK-KRM “BINA REMAJA MANDIRI” disahkan.
Pada tanggal 4 Juni 2009 bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UKM ini diresmikan langsung oleh Bapak Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan dan didampingi oleh Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan yang sekaligus melantik para pengurus angkatan pertama masa bakti 2009-2010.
Organisasi ini sempat berubah nama beberapa kali, yaitu PIK-KRR (Kesehatan reproduksi Remaja), berubah menjadi PIK-KRM (Kesehatan Reproduksi Mahasiswa), dan yang terakhir adalah PIK-MA (Mahasiswa). Akan tetapi walaupun begitu tidak mengubah sedikitpun tujuan (visi & misi) dari organisasi ini.

