Powered By Blogger

Selasa, 20 September 2011

NEWS TERBARU! PEMILIHAN DUTA MAHASISWA TINGKAT NASIONAL 2011

KBRN, JAKARTA : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional-BKKBN mengadakan pemilihan Duta Mahasiswa Tingkat Provinsi dan Nasional tahun 2011. Kegiatan ini diikuti pasangan mahasiswa (putra dan putri) dari 33 propinsi se-Indonesia sebagai juara I Lomba Duta Mahasiswa Tingkat Provinsi.

“Kegiatan ini bertujuan mempromosikan program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi Remaja(PKBR) dikalangan mahasiwa dengan harapan mampu menekan angka usia pernikahan dini”, kata kepala BKKBN Sugiri Syarief,busai membuka lomba Duta Mahasiswa Genereasi Berencana - GenRe, 2011 di Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut Sugiri Syarief, duta mahasiswa nantinya menjadi pionir dari pembangunan karakter bangsa ke depan dalam upaya mengembangkan citra positif program PKBR yang pada akhirnya dapat pula mengembangkan pusat informasi dan Konseling -PIK MAHASISWA melalui ramah mahasiswa.

“Duta mahasiwa ini diminta ikrarnya untuk mendorong program kependudukan dan keluarga berencana nasional dan menolak pernikahan dini, ini tentu membantu program BKKBN dalam menyebarkan dan mengembangkan ide keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera dengan slogan dua anak lebih baik”, jelas Sugiri.

Dalam kesempatan yang sama Indra Wirdhana, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, mengemukakan, nantinya juara nasional duta mahasiswa GenRe dituntut berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan program kependudukan dan keluarga berencana khususnya menyampaikan pesan pesan dalam program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

“Duta mahasiswa ini akan ikut dalam kampanye-kampanye pendewasaan usia perkawinan, menghindari resiko-resiko TRIAD KRR dan LIFE SKILL di provinsi dan kampus masing-masing”, kata Indra Wirdhana.

Adapun para peserta pemilihan Duta Mahasiswa Tingkat Nasional adalah para. Juara I ditingkat provinsi yang memenuhi kriteria sebagai mahasiswa/i yang tercatat di perguruan tinggi/akademi baik negeri maupun swata, cerdas dan aktif dalam kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiwa (PIK-MAHASISWA). Peserta juga wajib memiliki pengetahuan tentang delapan fungsi keluarga serta memahami isu isu kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia. (Besty S/WDA)

RRI/Reporter kbrn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar